Jumat, 24 September 2010

Siantar Punya Wali Kota Baru

Setelah sebulan tanpa wali kota, terhitung sejak 25 Agustus, akhirnya Kamis (23/9) Pematangsiantar memiliki wali kota-wakil wali kota yang baru. Sebab Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah melantik Wali Kota-Wakil Wali Kota Pematangsiantar terpilih, Hulman Sitorus SE-Drs Koni Ismail Siregar, dalam sidang paripurna khusus yang dipimpin dua Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga SH dan Zainal Purba.
Zainal Purba dalam kata pengantar sidang mengatakan, pengangkatan sumpah/janji serta pelantikan Wali Kota-Wakil Wali Kota Pematangsiantar adalah rangkaian kegiatan pemilukada yang telah dilaksanakan dengan aman dan kondusif. Pelantikan, katanya, juga merupakan tindak lanjut SK KPU No.270/1834/KPU-PS/VI-2010 serta SK Mendagri Nomor 131/12-577/Tahun 2010 dan Nomor 132/12-578/Tahun 2010.
Setelah kata pengantar, Sekretaris Dewan (Sekwan) Mahaddin Sitanggang SH membacakan SK Mendagri tentang Pengesahan Pelantikan Wali Kota Pematangsiantar.
Harus Lebih Baik
Usai mengambil sumpah/janji serta melantik Wali Kota-Wakil Wali Kota Pematangsiantar terpilih, Gubsu Syamsul Arifin SE mengucapkan selamat kepada Hulman-Koni untuk memimpin Kota Siantar lima tahun ke depan.
"Sebelum ke Siantar, banyak tantangan yang saya hadapi. Tetapi itu menjadi hal yang biasa bagi seorang pemimpin, termasuk wali kota dan wakil wali kota. Siantar harus lebih baik di tangan Hulman dan Koni. Hari ini kita bergembira, maka lima tahun mendatang diharapkan masyarakat Kota Siantar yang bergembira karena menemukan pasangan ini," kata Gubsu.
Gubsu mengingatkan, perselisihan antara wali kota dan wakil wali kota sering terjadi, termasuk dalam pembentukan kabinet. Namun kalau ada masalah, katanya, silakan duduk bersama. Jangan ada dendam serta pengkotak-kotakan dalam membentuk kabinet, terutama pejabat eselon II dan III. Sebab sering ada ‘orang-orang titipan’.
"Bermusyawarah dengan istilah dalihan natolu harus dikembangkan, termasuk dengan DPRD. Sehingga tidak ada lagi kursi DPRD yang ‘sompel’ seperti yang ada sekarang ini," tukasnya.
Gubsu juga memberikan apresiasi kepada dua Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar yang berani mengambil keputusan yang berpihak kepada rakyat. Apresiasi juga disampaikan kepada Plh Wali Kota Siantar Drs Donver Panggabean dan Sekwan Mahaddin Sitanggang SH, yang telah bekerja sama untuk mempersiapkan acara pelantikan.
"Kepada masyarakat Kota Siantar juga diharapkan memahami, pelantikan telah selesai, maka diharapkan semua kembali menyatu untuk membangun Kota Siantar yang telah banyak menghasilkan tokoh-tokoh pemimpin di luar Kota Siantar. Mantan camat di Siantar, Rahudman menjadi contoh saat ini menjadi Wali Kota Medan, yang juga hadir di sini," bebernya.
Sambutan Gubsu menarik perhatian seluruh yang hadir di ruang sidang maupun di luar karena diselingi kata-kata lucu.Gubsu juga mengaku, banyak pejabat di Pemprovsu yang ingin ikut ke Pematangsiantar. "Saya mengingatkan seluruh pejabat yang mau ikut, kalau punya darah ayam sayur, tak usah ke Siantar. Karena Siantar terkenal dengan istilah Siantar Man-nya," katanya yang disambut gelak tawa yang hadir, termasuk Hulman-Koni.
Bagi Selebaran
Pelantikan Hulman-Koni diwarnai aksi bagi-bagi selebaran oleh Gerakan Puanglima Simalungun. Belasan anggota Gerakan Puanglima Simalungun membagi-bagikan selebaran kepada masyarakat dan pejabat yang menghadiri acara pelantikan di gedung DPRD.
Selebaran tersebut berisi pernyataan sikap Gerakan Puanglima Simalungun yang dikoordinatori Jimmi Saragih Sumbayak SPd. Dalam selebaran disebutkan, bobroknya moral serta akhlak para aparatur pemerintahan merupakan cikal bakal runtuhnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan. Pemerintah disebutkan telah menepikan kepentingan masyarakat dengan penempatan kebijakan yang tidak populis. Kebijakan yang tidak populis itu di antaranya penjualan aset daerah, seperti SMA Negeri 4 yang tidak sepenuhnya mengindahkan teknis ruilslag serta uji kelayakan, penggusuran pedagang kaki lima tanpa solusi relokasi, penggunaan APBD pada realisasi peningkatan pelayanan fasilitas umum dengan mengandalkan Peraturan Wali Kota, dan mutasi pejabat yang tidak sesuai Undang-undang Pokok Kepegawaian, serta berbagai hal lainnya yang tidak sesuai ketentuan.
Gerakan Puanglima Simalungun juga meminta agar sejumlah pejabat Pemko Pematangsiantar diganti. (esa/ral/ara/osi)
Hulman: Terima Kasih...!
Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas doa dan dukungannya hingga pelantikan berjalan baik. Sementara Wakil Wali Kota Drs Koni Ismail Siregar mengatakan agar seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Siantar dapat bergandeng tangan demi mewujudkan Siantar yang mantap.
Ditemui di sela-sela syukuran dengan keluarga dan rekan di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar Jalan MH Sitorus, Kamis (23/9) sekitar pukul 18.30 WIB, Hulman mengaku cukup lelah mengikuti acara pelantikan.
"Horas! Ya, memang cukup lelah," ujarnya saat disapa METRO.
Dalam kesempatan tersebut, Hulman menyampaikan apresiasinya atas kesetiaan rakyat Siantar yang tetap sabar menunggu dirinya dilantik.
"Saya sangat bersyukur atas doa dan dukungan dari rakyat Siantar. Saya sampaikan rasa terima kasih saya, dan semoga rakyat Siantar selalu dalam lindungan-Nya," ujar Hulman.
Hulman juga menyampaikan agar ke depannya rakyat Siantar bisa menyatukan diri dalam mendukung roda pemerintahan yang akan berjalan lima tahun ke depan.
"Semoga kerja sama antar rakyat dan pemerintah dapat berjalan dengan baik untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, yang merupakan cita-cita rakyat Siantar," sambung orang nomor 1 di Pematangsiantar sekarang ini.
Selanjutnya Wakil Wali Kota Drs Koni Ismail Siregar mengatakan, hendaknya rakyat bisa bekerja sama dan bergandeng tangan dalam menciptakan keharmonisan di Pematangsiantar.
"Kepada rakyat, mari kita bergandeng tangan demi menciptakan Siantar yang mantap," ajaknya.
Koni juga mengatakan agar masyarakat Siantar mendukung jalannya roda pemerintahan demi mencapai visi dan misi Hulman-Koni yang telah disampaikan sebelum pemilukada.
Kemarin, ratusan orang memenuhi rumah dinas wali kota untuk berfoto dan bersalaman dengan dua pimpinan Siantar ini. Terlihat banyak PNS dan simpatisan bergantian mengucapkan selamat. (ara)
Maruli Konsisten Tidak Hadir
Ketua DPRD Pematangsiantar Marulitua Hutapea SE konsisten dengan ucapannya tidak akan menghadiri acara pelantikan Hulman-Koni. Selain Maruli, 4 anggota DPRD juga tidak hadir, seluruhnya dari Partai Demokrat. Kemarin, Partai Demokrat haya ‘diwakili’ Rudi Wu.
Namun hingga tadi malam, Marulitua belum bisa dihubungi. Meski dari ponselnya terdengar nada panggilan aktif, tetapi tidak kunjung diangkat.
Sementara Rudi Wu yang ‘mengabaikan’ imbauan Partai Demokrat untuk tidak menghadiri acara pelantikan, mengatakan, ia menghadiri acara tersebut karena ada undangan resmi yang ditandatangani dua Wakil Ketua DPRD Siantar.
"Ada undangan resmi, maka saya hadir bersama beberapa angota DPRD dari Fraksi Demokrat. Saya juga menyadari tugas pokok dan fungsi saya sebagai anggota DPRD, karena gubernur yang melantik mewakili Presiden Republik Indonesia," katanya.
Sementara anggota DPRD dari Partai Demokrat lainnya, Ir Rudolf Hutabarat mengatakan ketidakhadirannya merupakan sikap politik pribadinya serta sikap politik partai.
"Saya melihat proses pelantikan belum memenuhi UU No 27 Tahun 2009, terutama dengan adanya tindakan dua Wakil Ketua DPRD yang mengambil hak konstitusi Ketua DPRD yang merupakan wakil dari partai pemenang Pemilu. Tindakan Zainal Purba dan Timbul Lingga sama saja dengan merampas kedaulatan Partai Demokrat, maka saya tidak mungkin mendukung hal tersebut dengan menghadirinya," tukas Rudolf, seraya menambahkan, partainya secara resmi tidak mengakui pelantikan tersebut.
Dihadiri 2 Jenderal
Pelantkan Hulman-Koni dihadiri sua jenderal, yakni Brigjen Guncang Nainggolan dan Brigjen SM Simanjuntak. Juga oleh anggota DPR RI DR Kapt Antong Sihombing dan Nurdin Tampubolon. Hadir juga anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Jhon Hugo Silalahi yang merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Simalungun dan Irwansah Damanik SE. Ada juga mantan camat di Siantar yang kini menjabat Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.
Tampak pejabat Pemprovsu, antara lain Asisten I Drs Hasiholan Silaen, Kepala Biro Otda Bukit Tambunan, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rapotan Tambunan, serta Kabag Umum dan mewakili Kadis Infokom Pemprovsu.
Tanpa RE-Imal
Mantan Wali Kota-Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Ir RE Siahaan-Drs Imal Raya Harahap juga tidak hadir dalam acara pelantikan Hulman-Koni. Gubsu juga tidak menyinggung tentang dua mantan pemimpin di Siantar itu.
RE Siahaan melalui pesan singkat (SMS) tadi malam mengaku tidak memeroleh undangan untuk menghadiri pelantikan Hulman-Koni.
"Tidak ada undangan sama saya," katanya melalui SMS.
Imal Raya yang dihubungi kemarin mengaku berada di Tapanuli Tengah (Tapteng) guna mengurus pencalonan dirinya sebagai Bupati Tapteng. Kebetulan kemarin merupakan hari terakhir pendaftaran balon bupati ke Partai Amanat Nasional (PAN) Tapteng. "Saya sedang di Tapteng untuk pendaftaran calon bupati. Kebetulan undangan (pelantikan) baru diketahui jam dua siang tadi," katanya melalui telepon.
Anggota DPRD Sumut daerah pemilihan (dapem) Siantar–Simalungun, Irwansah Damanik SE berharap di bawah kepemimpinan Hulman-Koni, Kota Siantar lebih baik.
"Pembentukan kabinet pasca pelantikan diharapkan mempertimbangkan kemampuan serta kapalitas setiap pejabat. Komunikasi yang baik antara wali kota dan wakil wali kota harus dibangun dengan baik agar tidak menjadi permasalahan ke depan," katanya. (esa)
800 TNI/Polri Dikerahkan
Pelantikan Wali Kota-Wakil Wali Kota Pematangsiantar kemarin mendapat pengamanan ekstra ketat. Tidak tanggung-tanggung, personel TNI/Polri yang dikerahkan mencapai 800 orang.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Pematangsiantar Drs Donver Panggabean MSi memimpin apel pengamanan beberapa jam sebelum pelantikan wali kota, atau sekira pukul 11.30 WIB. Apel digelar di Jalan Merdeka, di depan gedung DPRD dan wali kota. Donver menyebutkan pengamanan ini merupakan tugas mulia.
"Tugas pengamanan ini merupakan tugas mulia bagi saudara-saudara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan pertolongan bagi kita semua sehingga pelantikan ini berjalan aman," kata Donver.
Disebutkannya, setiap personel, baik dari Polri maupun TNI yang telah ditugaskan untuk mengamankan pelantikan wali kota terpilih, diminta melaksanakan tugasnya sesuai yang telah ditentukan serta sesuai prosedur.
"Kita melaksanakan pelantikan ini karena merupakan amanah masyarakat Siantar yang harus dilaksanakan," tegasnya.
Apel pengamanan berlangsung sekira 30 menit, yang diikuti sekitar 800 personel gabungan TNI dan Polri.Terlihat hadir unsur Muspida, seperti Kapolresta AKBP Fatori SIk, Dandenpom Mayor CPM Dedi Suryana, Kajari Katar Ginting SH, Danrindam Kol Binarko, dan beberapa perwira di jajaran Polresta Siantar.
Didampingi unsur Muspida, Plh Wali Kota memeriksa semua pasukan pengamanan. Saat memeriksa pasukan, Plh Wali Kota terlihat beberapa kali berdialog dengan para personel polisi dan TNI. Bahkan terkadang memeriksa senjata yang dipegang personel.
Kemarin, selain personel TNI dan polisi, Satuan Tugas (Satgas) FTA SBSI Pematangsiantar juga ikut dalam barisan tim pengamanan. Ramlan Sinaga, Ketua FTA SBSI Pematangsiantar mengatakan, sebagai organisasi pendukung, pihaknya siap membantu pengamanan pelantikan. Untuk pengamanan, kata Ramlan, dia mengerahkan 75 Satgas yang bertugas di luar gerbang gedung DPRD. (esa/ara)

Kamis, 23 September 2010

Danrem Jatuhi Hukuman Disiplin atas Anggotanya

Danrem 022/PT Kolonel Kav Wahardono, SH., memimpin sidang penjatuhan hukuman disiplin terhadap prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin di Aula Makorem 022/PT Jln Asahan, Pematangsiantar, Kamis (23/9). Prajurit Korem 022/PT yang dijatuhi hukuman disiplin ini adalah Prajurit
Satu (Pratu) SA. Pelanggarannya miras dan mabuk-mabukan.
Pasal yang dilanggar adalah Pasal 5 Ayat 2, Pasal 8, Pasal 11, dan Pasal 12 UU No 26 Tahun 1997 tentang Disiplin Prajurit ABRI dan Skep Pangab Nomor 556/IX/1990 Tanggal 20 September 1990 tentang PDG ABRI.
Danrem 022/PT Kolonel Kav Wahardono, SH. menyampaikan bahwa penjatuhan hukuman ini bertujuan menegakkan disiplin prajurit. Untuk memberikan efek jera kepada seluruh personil Korem 022/PT agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. Selalu mematuhi segala aturan dan peraturan bagi kehidupan prajurit dimanapun bertugas dan berada. Kegiatan ini merupakan momen penting bagi kita sebagai anggota TNI agar menyadari bahwa sesungguhnya anggota TNI tidak kebal hukum dan harus tunduk terhadap hukum. "Ini contoh yang baik untuk tidak ditiru oleh anggota yang lain", tegas Kolonel Kav Wahardono, SH.
Sementara itu, Kapenrem 022/PT Mayor Caj Drs. Prinaldi mengatakan, pelaksanaan sidang sangat bermanfaat bagi Korem 022/PT dalam menata dan membenahi personil, utamanya bagi pelaksanaan tugas dan fungsi Kumrem 022/PT. Di Makorem 022/PT belum pernah dilaksanakan. Diharapkan dengan upaya dan langkah seperti ini tidak ada lagi perkara atau masalah hukum yang tidak diselesaikan.
Upacara penjatuhan hukuman disiplin ini dihadiri oleh Kepala Staf Korem 022/PT Letkol Ahmad Dimyati, para Kasi Korem 022/PT, serta seluruh perwira dan perwakilan Bintara dan Tamtama Korem 022/PT yang pangkatnya di atas pangkat dari yang dijatuhi hukuman.

Kesaksian Paskibraka: Ditampar, Ditelanjangi Anggota Paskibraka putri mengaku dihukum berjalan jongkok sembari bugil pada 6 Juli 2010.

Terungkap, anggota Paskibraka DKI Jakarta angkatan 2010 tidak hanya mendapatkan pelecehan dari para seniornya selama pemusatan latihan. Mereka juga ternyata kerap mendapat kekerasan.

Dokumen pengakuan anggota Paskibraka yang didapat VIVAnews.com misalnya mengisahkan sebuah peristiwa pada Minggu 4 Juli 2010. Ketika itu sejumlah peserta wanita, oleh para senior mereka yang juga sama-sama perempuan, kembali diminta berbaris di depan pintu kamar tidur. Pada hitungan kesepuluh diminta membuka seluruh baju mereka lagi. Sembari membawa gayung dan sikat gigi, mereka diminta berbaris dengan sikap sempurna di depan pintu kamar mandi, masih dalam keadaan telanjang bulat. 

Perpeloncoan di luar batas kepatutan ini terjadi hingga keesokan harinya.

Selain ditelanjangi, mereka juga mendapat hukuman di luar batas. Salah satunya, sebagaimana tertera dalam naskah kesaksian itu, terjadi pada Minggu malam, 4 Juli 2010. Salah seorang peserta putri bersaksi bagaimana sekitar pukul 23.00 WIB dia digelandang ke kamar salah satu seniornya ketika peserta yang lain sedang tidur pulas. Tanpa jelas apa salahnya, ia tanpa ampun diperintahkah untuk push-up, sit-up dan berjalan jinjit sekitar 30 menit.

Keesokan harinya, empat peserta putri mengaku ditampar sampai jatuh karena dinilai salah posisi saat melakukan push-up. Yang lebih sering menerima siksaan adalah mereka yang menjabat sebagai 'Ibu Barak.'
Tak cuma itu, salah satu anggota Paskibraka putri juga mengaku dihukum berjalan jongkok sembari bugil pada 6 Juli 2010. Penyebabnya sepele: salah membawa pakaian ganti dari kamar mandi hingga ke kamar tidur. 

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Hadi Supeno, memastikan kesaksian ini memang benar adanya. Keterangan ini disampaikan orangtua korban kepada KPAI. Karena itu KPAI mendesak Dinas Olah Raga Daerah DKI Jakarta untuk bertanggungjawab dan meminta maaf. "Kejadian itu berlangsung hingga delapan kali sejak hari pertama hingga 6 Juli 2010," ujar Hadi.

Terungkap, Penyebab Tenggelamnya Titanic

Tenggelamnya kapal penumpang terbesar pertama di dunia Titanic menyimpan banyak misteri dan versi, terutama tentang bagaimana mungkin kapal yang didaulat tidak bisa tenggelam itu akhirnya terpuruk di dasar laut. Seorang wanita di Inggris mengungkapkan sebuah kisah di balik tenggelamnya kapal Titanic yang akan meruntuhkan semua versi yang ada.

Louise Patten, seorang pengusaha wanita sukses yang juga merupakan direktur perusahaan FTSE 100, mengatakan bahwa neneknya telah mengungkapkan sebuah rahasia ketika Patten berusia 16 tahun. Patten dilarang untuk membocorkannya karena akan menyebabkan dua hal.

Yang pertama, rahasia ini akan menghancurkan nama baik almarhum kakeknya, Charles Lightoller, seorang penerima penghargaan pada Perang Dunia I yang juga merupakan pahlawan karena ambil bagian dalam operasi evakuasi Dunkirk pada 1940. Kedua, rahasia ini akan mengubah sejarah serta membalikkan versi resmi dari tenggelamnya Titanic pada April 1912 yang menewaskan 1517 orang.

Akhirnya, pada usianya yang ke-56 tahun, dia membeberkan rahasia tersebut karena dinilainya merupakan waktu yang tepat. Lagipula, menurutnya, semua yang terlibat dalam peristiwa Titanic telah meninggal. Patten tidak ingin rahasia ini ikut hilang ketika dia meninggal nanti. Rahasianya ini juga dibaginya dalam novel terbarunya yang berjudul “Good as Gold”.

"Kakekku adalah seorang petugas nomor dua di Titanic. Dia sedang berada di kabin ketika kapal itu menabrak gunung es. Dia menolak untuk ikut dalam sekoci penyelamat, karena keberuntunganlah dia akhirnya dapat hidup," ujar Patten memulai ceritanya saat diwawancara oleh The Telegraph, Kamis 23 September 2010.

Patten mengatakan bahwa kakeknya meloncat ke air yang dingin saat Titanic tenggelam di perairan Grand Banks dekat pulau Newfoundland di Kanada. Kakeknya ikut terhisap air saat kapal tersebut terhisap ke dasar laut, kemudian terjadi ledakan pada kapal yang mendorong kakeknya ke permukaan. Beruntung, kapal penyelamat sedang berada di lokasi tersebut dan dia berhasil diselamatkan.

Ketika ditanya oleh Dewan Perdagangan Inggris dan Senat AS apakah dia melakukan percakapan setelah tabrakan dengan Kapten atau petugas pertama, William Murdoch, yang saat itu sedang bertugas, kakeknya menjawab tidak. Patten mengatakan bahwa kakeknya berbohong.

"Setelah tabrakan terjadi, kakekku turun ke bawah dengan Kapten dan Murdoch ke kabin Murdoch untuk mengambil senapan jikalau terjadi kerusuhan ketika menurunkan sekoci. Kakek menceritakan bahwa bukannya mengendalikan Titanic memutari gunung es ke sebelah kiri, pengendali kapal, Robert Hitchins, panik dan memutarnya ke arah yang berlawanan," ujar Patten.

Mungkin ini terdengar sebagai kesalahan yang tidak patut bagi pengemudi kapal sekelas Titanic, namun Patten menjelaskan semuanya. Dia mengatakan bahwa kapal uap Titanic masih menggunakan kemudi seperti kapal layar, yang disebut sebagai Tiller Orders. Pada kemudi seperti ini, jika ingin berbelok ke kanan, maka yang ditekan adalah yang ke arah kiri, begitu juga sebaliknya. Sedangkan kapal uap umumnya menggunakan Rudder Orders, yaitu kemudi yang berbelok persis seperti yang diinginkan.

"Murdoch memberikan perintah Tiller Orders kepada Hitchins. Dalam keadaan panik, Hitchins memutarnya menggunakan Rudder Order persis seperti pada latihan. Mereka hanya punya empat menit untuk mengubahnya, ketika Murdoch mendapati kesalahan Hitchins dan mencoba memperbaikinya, semuanya sudah terlambat," jelas Patten.

Kemudian Patten menceritakan lagi rahasia yang lebih mencengangkan. Patten mengatakan bahwa Hitchin lah yang membuat kesalahan, namun yang membuat keputusan menenggelamkan kapal titanic yang menewaskan ribuan orang adalah pemilik Titanic sendiri, Bruce Ismay, pemimpin White Star Line.

"Titanic menabrak gunung es pada titik vitalnya, namun menurut perkiraan kakekku, Titanic dapat mengapung dalam waktu yang lama. Tapi Ismay keluar dan tidak ingin investasi besarnya berada diam di tengah laut Atlantic dan tenggelam perlahan, atau diderek ke pelabuhan terdekat. Itu bukanlah publisitas yang bagus! Dia menyerukan Kapten untuk berjalan dengan pelan. Titanic dibuat tidak untuk tenggelam," kisah Patten.

Patten mengatakan bahwa Titanic bisa saja selamat dan tidak akan ada orang yang tewas jika kapal itu diam saja dan menunggu bantuan datang. Namun dengan berjalan perlahan, tekanan air laut memasuki lambung yang robek dan memenuhi setiap lantai satu persatu, itulah yang menyebabkannya tenggelam.

Ditanya mengapa kakeknya berbohong selama ini, Patten mengatakan bahwa kakeknya terpaksa berbohong untuk melindungi orang banyak.

"Ketika dia berada di sekoci, Bruce Ismay mengatakan kepada kakekku bahwa jika membocorkan hal ini, maka White Star Line akan dinyatakan lalai dan tidak layak menerima asuransi. Ismay mengatakan bahwa perusahaannya akan bangkrut dan semua orang akan kehilangan pekerjaannya. Ini adalah kode kehormatan diantara orang-orang seperti kakek saya pada waktu itu. Jadi dia berbohong untuk melindungi pekerjaan orang lain," jelasnya.

Neneknya, jelas Patten, juga menutupinya selama ini untuk melindungi kakeknya. Neneknya takut citra kakeknya sebagai seorang pahlawan hancur karena disebut pembohong. Sementara Ibu Patten, yang juga tahu rahasia ini, mengaku tidak nyaman jika Patten mengetahui hal ini. (umi)

SEJARAH HIDUPKU - SIMON PETRUS PANGARIBUAN BAAHAGIAN 2

Nih adalah bahagian kedua sejarah hidupku. 

Begitu banyak dosa dan penyimpangan yang pernah aku lakukan dalam masa remajaku. Semenjak SD aku sudah mulai alami perubahan sampai SMP. Bahkan tak jarang dan heran kalau soal SEX itu adalah makanan utamaku waktu itu.
Sekedar info aja ya, waktu aku SD, dirumah kami banyak sekali anak-anak kost yang sekolah dikawasan kampung kami. Ibu ku adalah orang yang tegas dalam membimbing anak kost sekaligus siswanya. Maka tak heran, jika aku juga dianggap adik oleh abang yang nge kost disana. Mereka memanjakan aku juga, seperti layaknya adik kandung buat mereka.

Sampai suatu saat para bang dikost itu ajari aku soal pornografi. Saat itu aku masih memang culun, alias gak tahu apa-apalah. Mereka ajarkan aku gimana caranya Onani.
wkwkwkwkwk, lawak-lawak memang kedengarannya. Sampai-sampai, diantara abang kost itu, ada yang ingin sodomi aku...wow..ngerilah...sobat FB.

Yang jelas..hanya aku yang tahu sesudah itu. 
Saat SD sampai SMP, ketika sering bermain-main, maka tak kadang aku mau ajak  seorang Cewek yang maish duduk dibangku SD, untuk lakukan hubungan suami istri.  Dan berhasil.  Itulah kenangan sex pertama aku. Entah dia masih ingat akan aku, atau trauma, atau barangkali dendam. 

Sobat FB sekalian, aku adalah orang yang tergolong agak cerdik dan humor, namun wajah memang persis antagonis. Kemampuanku adalah mampu bicara didepan umum layaknya pejabat lah. 

Hal ini dibuktikan, ketika aku masih duduk dikelas 5 SD sudah menjadi Guru Sekolah Minggu. Saat itu, suster terkadang masih sering absen dalam mengajari anak-anak sekolah minggu. Jadi aku disuruh untuk gantikannya suatu waktu.


Aku kagum saat itu, sampai terkenalah ketika aku masih duduk di SD.

Pernah juga aku menggalang dana buat orang miskin yang berpenyakit kusta datang kesekolah kami. Saat itu, suster Laurensia kagum melihat tingkahku dalam gerakkan teman-teman waktu SD untuk sampaikan sumbangan buat mereka yang sakit kusta. 

Dalam hatiku, aku ingin sekali memberikan sesuatu bagi mereka yang tidak punya apa-apa. Memang jiwa sosial tertanam dalam hidupku.

Yang anehnya, aku sering mencuri uang orangtua ku buat membayari orang-orang yang aku jadikan sahabat, kemudian sering berikan sumbangan kepada orang yang mebutuhkannya. Sampai seluruh uang ibuku, tidak tersisa sedikitpun.
SMA aku jelang, ketika kelas 2, cinta pertamaku ada pada seseorang disana. 
Namanya Marini Vera Silitonga, adik kelasku. Kami dijumpakan saat diangkot menuju sekolah. Ketika itu dia tidak punya uang kecil buat bayar ongkos, kemudian aku tawarkan kebaikanku buat bayarin ongkosnya. 

Namun tidak berlangsung lama pacaran dengan dia. 2 tahun usianya.
Saat itu dia memutuskan hubungan dengan aku, karena aku tidak bisa kasih waktu yang pas untuk jalin hubungan kami. 

Marini memutuskan hubungan, seiring dia lanjutkan sekolahnya kebangku kuliah di Universitas Darma Agung. Dan akhirnya dia menikah diam-diam dengan dosennya sendiri. 

Hancurlah hatiku saat dengar dia menikah dengan dosennya sendiri. Bingung aku saat itu. Semuanya runyam dan semakin parah hidupku.

2 Tahun setelah tamat SMA aku lanjutkan kuliah di USI. Salah satu universitas di kawasan kotaku tinggal. Maklumlah aku gak bisa jauh dari orangtua karena aku dipingit mulai kecil. 

Saat sambil kuliah aku kerja disuatu perusahaan modern tapi bidang judi. Nama bos kami Pak Olo Panggabean, yang sudah almarhum. Aku jadi Mafia saat itu. Karena harus tangani judi nomor dengan disekelilingi orang yang bertampang seram dan kejam. 3 tahun bekerja disana membawa perubahan besar bagi sifat dan karakter aku.

Bukannya aku bisa berikan gaji buat ibuku, namun sebaliknya, menghabiskan dan menghambur-hamburkannya buat judi, sex, ama minuman keras. Aku semakin gila hanya karena judi. Bahkan uang kuliah habis ludes dimakan buat judi ama teman-teman.

Ketika itu, aku sempat terlilit utang. Sampai aku berpikir jahat, buat ngerampok. Namun niat itu kutepis dengan ingat ibu dan Tuhan yang masih ada dipikiranku. 

Ada kenalan dari kota Medan tawarkan sebuah job dikawasan Medan Plaza. Aku terima aja buat selesaikan hutang-hutangku. Aku putuskan untuk cuti dari kerjaku di usaha Judi selama 1 bulan, kemudian berangkat ke Medan dan menuruti apa saja perkataan om itu. 

Pekerjaan itu katanya menghasilkan uang ratusan ribu rupiah hanya dalam waktu singkat, asalkan aku nurut apa yang mereka katakan.......

Kerja apa itu yah???????


Jenazah dan Tersangka Diboyong ke Jakarta

MEDAN-Tiga jenazah tersangka teroris juga tersangka pelaku perampokan Bank CIMB Niaga yang  ditembak mati Densus 88 masing-masing Dani alias Ajo, Yuki Wantoro alias Deni alias Rojak serta Ridwan diterbangkan ke Jakarta pada pukul 12.30 WIB, Rabu (22/9) melalui cargo Bandara Polonia Medan.
Tiga jenazah yang diberangkatkan dengan pesawat komersial carteran Trans Wisata Merpati dikawal 10 personel Densus 88. Rombongan take off sekitar jam 13.30 WIB dari Delta Bandara Polonia Medan.
Informasi yang dihimpun Sumut Pos di Bandara Polonia Medan, selain memboyong tiga jenazah, Densus 88 juga memboyong seluruh tersangka untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Para tersangka yang masih hidup ini diboyong ke Jakarta diantaranya Abah, Asep dan Wak Geng. Ketiganya diboyong dengan menggunakan pesawat carteran King Air dengan nomor lambung  B 350 PK-JBK.
Sampai di Jakarta satu tersangka  diboyong ke RS Polri, Kramajati, Jakarta Timur. Tersangka langsung masuk ke ruang instalasi perawatan tahanan. Dua tersangka teroris telah masuk ke RS Polri sebelumnya. Tersangka terakhir tiba sekitar pukul 15.40 WIB dengan dikawal ketat oleh dua anggota Densus 88. Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri, Brigjen Mussadeq Ishak datang ke RS Polri dan masuk ruang perawatan tempat tersangka mendapat pengobatan. (rud)

Tembak Aku, Kususul Kau Sayang…

Ratapan Para Isteri Polisi yang Tewas

Tiga isteri dari tiga polisi korban penembakan teroris di Mapolsekta Hamparan Perak terlihat histeris. Demikian juga anak-anaknya, serta keluarganya yang lain. Seakan tak terpercaya mereka harus kehilangan suami dan ayah tercinta. Keharuan pun menyelimuti suasana di rumah duka.

Adlansyah, Nopan, Jonson-Medan
Sekitar pukul 01.00 WIB, Tabitha Beru Ginting, isteri Aipda Baek Sinulingga, terbangun dari tidurnya. Saat itu handphone miliknya berdering, dengan nada rendah. Tabitha menjawab telepon tersebut.
Tak lama kemudian dia menjerit histeris dan menangis sejadinya begitu mendengar kabar dari telepon bahwa suaminya tewas di Mapolsekta Hamparan Perak saat sedang bertugas.  Tabhita yang histeris dan menjerit memanggil anak tunggalnya, Ardiles (17) yang masih duduk di kelas III SMA di Medan Marelan.
Ardiles yang mendengar jeritan ibunya, tersentak terbangun dari tidurnya. Sebelumnya, sekitar pukul 00.00 WIB, Ardiles juga tersentak dari tidurnya. Saat itu dia terbangun karena bermimpi buruk tentang ayahnya.
“Sebelum mendengar peristiwa penembakan, aku mendapat firasat melalui mimpi, kalau kantor ayah didatangi orang banyak yang membawa senjata dan menembaki bapak yang sedang berada di kantor,” ujarnya sambil menemani ibunya yang menjalani perawatan diruangan RS Bhayangkara akibat syok berat.
Dengan langkah tergesa-gesa, Ardiles mendengar cerita dari ibunya kalau  firasat melalui mimpi yang dialaminya  adalah benar. “Ayah pergi keluar rumah menuju kantor sekitar pukul 20.OO WIB, Ayah yang sosoknya penyayang kepada keluarga sempat menitip pesan kepada saya. Kalaulah harus berhati-hati di rumah dan jaga-jaga rumah. Sebelumnya dia tidak pernah berpesan begitu sama aku. Hanya itulah kata-kata terakhir ayah,” tambahnya berusaha tegar.
Dari rumahnya di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Desa Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang, Tabitha dan Ardiles yang mengetahui kalau jenazah Aiptu Baek Sinulingga dibawa ke RS Bhayangkara, langsung menghubungi pihak keluarga yang lain atas peristiwa yang menimpa keluarganya. Sekitar pukul 04.00 WIB, Tabitha dan Ardiles beserta keluarga lainnya tiba di RS Bhayangkara.
Saat itu dini hari itu, terlihat Tabitha, Ardiles bersama keluarganya duduk di atas kursi kayu berwarna putih. Tabitha terus menjerit histeris menangis yang tidak dapat ditahannya. “Kau tembak suamiku teroris, apa salahnya…,” sebut Tabitha secara berulang-ulang.
Ketika Tabitha melihat seorang personel polisi berbadan tegap meneneteng senjata api laras panjang berjaga di depan kamar jenazah, ia refleks menggapai senjata tersebut dan meminta agar polisi itu menembak kepalanya. “Tembak aku, tembak aku… aku mau mati sama dia (suaminya). Kususul kau… sayangku…sayangku, nggak mau aku lagi hidup,” jeritnya sambil berusaha kembali merampas senjata laras panjang milik polisi tersebut.
Ardiles yang melihat orang tuanya menjerit histeris, tidak dapat berbuat banyak. Dia hanya memeluk ibunya dari belakang dan memintanya agar ingat nama Tuhan. “Ingat Tuhan Mak… sabarlah mak… ingat Tuhan Mak,” ujar Ardiles sambil memeluk ibunya.
Seorang perwira polisi yang berada di depan ruang jenazah langsung mengambil inisiatif. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, perwira tersebut meminta personel yang menenteng senjata laras panjang itu untuk pergi dari depan ruangan jenazah, dan berjaga di luar pagar. Meski demikian, suasana di depan ruang jenazah rumah sakit tersebut tetap penuh kesedihan. Para istri, anak dan keluarganya terus saja menangis, sesekali terdengar meraung.
Sekitar pukul 06.30 WIB, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegreseno yang tiba di RS Bhayangkara bersama seluruh ajudannya langsung berjalan menuju ruang jenazah. Sebelum masuk ke ruang jenazah untuk melihat anggotanya yang menjadi korban penembakan. Oegroseno juga menyempatkan diri  menjenguk para istri korban yang ditinggal pergi untuk selamanya. Oegroseno tampak iba. Oegroseno yang biasanya terkenal murah senyum, saat itu tampak haru. Tak ada senyum yang keluar dari bibirnya. Dia menyampai beberapa kata, memberi semangat kepada para isteri dan anak korban.
Tabitha yang masih syok, kembali menjerit saat melihat pistol terselip di pinggang Oegroseno. Dia meminta Oegroseno menembaknya hingga mati, agar bisa menyusul suaminya. Oegroseno pun semakin terharu. Tiba-tiba saja Tabitha berusaha menggapai senjata yang berada di pinggang Oegreseno. “Tembak aku…. Aku mau menyusulnya,” ucapnya. Namun niatnya tak kesampaian, karena keburu pingsan setelah memegang tangan Kapoldasu itu. Pihak keluarga yang melihat Tabitha pingsan langsung membawanya ke ruangan IGD untuk menjalani perawatan.
Di tempat yang sama, Hj Rosmawati, isteri Aipda Haji Deto Sutejo, warga Komplek Pemda, Kelurahan Kuala Tejo, Stabat, Kabupaten Langkat, juga terus menangis hingga wajahnya yang memakai jilbab tampak sayu dengan mata bengkak.
Ia tampak lebih tabah dibanding Tabhita.  Oegreseno sempat menyalaminya sebelum orang nomor satu itu meninggalkan RS Bhayangkara.
Sambil menangis Rosma mau diajak bicara wartawan koran ini. Dia bilang, suaminya merupakan orang yang bersosial tinggi. Dia menga sedangkan sebelum mendengar peristiwa pembakan terhadap suaminya, Rosma tidak mempunyai firasat. “Saya hanya kembali teringat untuk melihat kembali foto-foto pernikahan kami,” ujarnya dengan suara rendah sambil menunggu hasil otopsi pihak RS.
Tampak, disamping Rosma duduk ketiga anaknya, Bima Pratama Sutejo yang masih duduk dikelas II SMP, Gusti Sutejo yang duduk dikelas VI SD dan Namirah yang masih TK.Dari wajah mereka terlihat terus mengeluarkan air mata tanpa henti.
Namun Wartawan koran ini tidak melihat Tati, istri dari Bripka Riswandi di RS Bhayangkara. Dari informasi yang didapat, Tati yang sedang syok hanya menunggu kehaadiran jenazah di rumahnya Jalan Kelumpang Gang Almanar, Hamparan Perak bersama ke 3 anaknya yang masih duduk di kelas VI SD, balita dan baru lahir.
Setelah ketiga jenazah diotopsi dan dibersihkan oleh tim Labfor Polda Sumut, pukul 12.30 WIB, pihak RS langsung memberangkatkan jenazah ke alamatnya masing-masing dengan pengawalan Lantas Polresta Medan.
Jenazah Baek Sinulingga tiba di rumah duka disambut angis histeris. Begitu peti jenazah dibuka, para keluarga langsung memeluk dan menciumin jenazah. Tabitha Ginting, sejenak terlihat tidak bisa berkata-kata begitu melihat jenazah suaminya terbujur kaku di peti jenazah.
“Kenapa kau pergi Pak… Lihat anakmu ini Pak, siapa lagi kawan aku cerita-cerita Bapak sayang… Kenapa kau tinggalkan kami Pak…,” kata Tabitha Ginting menangis keras dan memeluk jenazah suaminya.
Sementara, Ardiles yang sempat jatuh pingsan, dirawat oleh kerabatnya. Setelah bajunya dibuka, ia kembali tersadar tak lama kemudian. “Pak jangan kau tinggalkan aku… Tidak ada lagi yang memarahi aku Pak… Pak, sama siapa lagi aku tertawa dan cerita…,” kata Ardiles.
Pihak keluarga juga memeluk tubuh Alm Aiptu Baik Sinulingga yang terbujur kaku di peti jenazah. Saeorang sanak keluarga yang enggan namanya disebutkan meminta polisi segera menangkap pelaku. “Tangkap saja dan tembak mati saja pembunuh abang sepupu saya ini,” kata wanita separuh baya yang mengenakan baju hitam itu sambil menangis.
Di rumah duka di Jalan Kelumpang Gang Almanar, Suryanawati menggendong Adel yang masih balita dan memeluk Ica, anak pertamanya yang duduk di SD kelas V. Suryanawati memakai kerudung berwarna ungu dibalut baju hitam ditambah dengan celana jeans. Dia terlihat terus menangis.
Para kerabat meminta wartawan koran ini untuk tidak mendekati atau mewawancarainya.
Jenazah Riswandi yang berada dalam peti warnah cokelat tiba di rumah duka sekira pukul 13.00 WIB. Tangisan histeris massal pun terjadi. Suryanawati terlihat meraung-raung sambil menyebut nama suaminya. “Aku tak sanggup melihatmu meninggal dengan begitu,” ujarnya di tengah raungannya. Sebelum terkulai ke tanah, tubuh Suryanawati langsung dipeluk keluarganya. “Sabar, sabar, sabar,” ujar keluarganya yang lain.
(*)

Pengikut