Meski belum ada satu pun tersangka yang berhasil diamankan. Namun Kepolisian meyakini kalau para penyerang Polsek Hamparan Perak, Sumut adalah teroris. Mereka memiliki pola yang sama dengan perampok Bank CIMB Niaga.
"Dari pola dia bergerak, cara dia bergerak sama dengan yang di CIMB. Kan di CIMB jelas teroris. Dari yang ditangkap 18, 6 orang pernah ikut pelatihan di Aceh," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/9/2010).
Iskandar menerangkan, kalau apa yang dilakukan para pelaku jelas mengindikasikan tindakan terorisme. Hal itu, karena mereka dianggap telah memberikan teror terhadap masyarakat.
"Ini kan teror. Menciptakan ketakutan terhadap masyarakat. Sehingga kita sebut teror. Sama polisi saja berani sampai membunuh," tukasnya.
Hingga saat ini polisi masih memburu para penyerang Polsek Hamparan Perak. Sementara 19 tersangka teroris yang dibekuk Densus 88 atas kasus perampokan Bank CIMB Niaga, telah dibawa ke Jakarta.
Mengenai Saya
Kamis, 23 September 2010
Selasa, 21 September 2010
Pematang Siantar Butuh 137 CPNS
Pemko Pematangsiantar membutuhkan 137 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum yang akan diterima di tahun 2010 ini. Jumlah tersebut lah yang telah diusulkan Pemko Pematangsiantar mellalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kepala BKD Pematangsiantar, Marihot Situmorang, saat ditemui METRO di ruang kerjanya, Selasa (21/9), menerangkan, formasi penerimaan CPNS yang diusulkan yakni 34 orang untuk tenaga teknis, 64 orang untuk tenaga pendidik, dan 39 orang untuk tenaga kesehatan. Namun, kata Marihot, masih ada kemungkinan jumlah tersebut bertambah.
Marihot menjelaskan, usulan penerimaan tersebut dikirimkan ke BKN pada 30 Agustus 2010. Sehingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan BKN, termasuk formasi rinci penerimaan CPNS, misalnya jumlah guru SD, SMP, SMA, perawat, bidan, dan tenaga teknis di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Kalau rinciannya, kita masih sama-sama menunggu. Kalau sudah ditetapkan, kita akan beritahukan kepada masyarakat," janji Marihot.
Sedangkan untuk pengangkatan dokter berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Kesehatan (Dinkes), Marihot mengatakan pihaknya masih menunggu usulan dari Dinkes. "Kalau dokter PTT, kita harus menunggu usulan dari Dinkes. Bukan kita yang memintanya," jelas Marihot.
Lebih lanjut Marihot mengatakan, kemungkinan penerimaan CPNS tahun 2010 dilaksanakan November mendatang.
"Kepada masyarakat yang ingin mengikuti seleksi, sudah bisa mempersiapkan diri," imbaunya.
Sementara untuk tenaga honor yang akan diangkat penjadi CPNS tahun ini, lanjut Marihot, telah diusulkan 286 nama. "Itu hanya jumlah yang kita usulkan ya. Kalau penetapannya, bukan kita yang menentukan. Itu ketetapan BKN," ujar Marihot sembari mengatakan 286 nama tersebut adalah sisa honorer yang tertinggal di data base.
Terpisah, masyarakat mengharapkan seleksi penerimaan CPNS berlangsung jujur. Jhon (23), salah seorang lulusan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar mengatakan jangan sampai terkadi praktik jual beli kursi pada penerimaan CPNS. "Kalau hanya mengandalkan uang, kapan lagi Siantar ini maju? Diharapkan seluruh elemen masyarakat termasuk media agar serius mengawasi penerimaan CPNS," pinta Jhon.
Manipulasi Honorer
Pasti Terlacak
Untuk kesekian kalinya, pemerintah mengingatkan pemerintah daerah agar tidak memanipulasi data tenaga honorer yang dimasukkan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk diangkat menjadi CPNS. Jika sebelumnya yang sering mengeluarkan warning dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Kemenpan & RB) dan BKN, kali ini dari Kementrian Dalam Negeri (Kemdagri).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdagri, Diah Anggraeni mengatakan, pelaku manipulasi data honorer pasti terungkap. "Kalau ada manipulasi, pasti ketahuan. Melacaknya gampang, siapa kepala daerahnya saat itu (saat SK honorer dikeluarkan, red). Saya ini mantan Kepala Biro Kepegawaian selama lima tahun, sudah hapal (modus-modus manipulasi, red)," ujar Diah di kantornya, kemarin (21/9). Sebelumnya, Diah merupakan pegawai di Pemprov Jawa Tengah.
Dia sendiri merupakan anggota tim penerimaan CPNS tingkat nasional. Dia mengatakan, tenaga honorer yang mulai bekerja di atas tahun 2005, tidak bisa diusulkan untuk menjadi CPNS. "Untuk pendataan honorer, data base-nya 2005. Untuk di atas 2005, tidak ada pengangkatan," tegasnya.
Dia meminta agar pemda tidak memanipulasi data honorer. Jika kecurangan tetap dilakukan, justru akan mempersulit proses pengangkatan honorer jadi CPNS. "Kasihan dong, pemerintah sudah berupaya mengangkat honorer, jangan malah dimanipulasi," pintanya lagi.Dia membenarkan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir pengangkatan honorer jadi CPNS. Mulai tahun depan, sudah tidak ada lagi pengangkatan honorer jadi CPNS. "Tahun ini terakhir untuk honorer," cetusnya.
Pernyataan Diah memperkuat keterangan Sekretaris Menneg PAN & RB, Tasdik Kinanto, beberapa hari lalu. "Ini yang terakhir kita angkat CPNS dari honorer. Setelah penyelesaian honorer kategori satu (APBN/APBD) dan kategori dua (yang tidak dibiayai APBN/APBD), tidak ada pengangkatan lagi," tegas Tasdik.
Jika nanti ada lagi permintaan daerah bahwa masih banyak honorer yang belum terdata, Tasdik mengatakan sudah tidak ada tawar-menawar. "Sudah cukup kebijakan pusat memahami daerah. Pemda yang lalai, pusat yang tanggung resikonya. Logikanya, kalau ngaku ada banyak honorer, berarti kan sudah siap data. Jadi tidak ada lagi istilah tercecer," tandas Tasdik.
Polsek Hamparan Perak Diserbu Aiptu B Sinulingga Akan Dimakamkan di Langkat
Aiptu B Sinulingga, salah satu korban polisi yang tewas dalam penyerangan ke Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, akan dimakamkam di Kabupaten Langkat, Sumut. Kini, keluarga masih menunggu kedatangan jenazah dari RS Bhayangkara, Medan.
Dari pantauan detikcom, di rumah duka, Jl Lembaga Pemasyarakatan, Medan, Rabu (22/9/2010), keluarga korban mulai bersiap-siap menyambut kedatangan jenazah. Tikar untuk para pelayat pun sudah dibentangkan. Sejumlah keluarga dan kerabat korban pun sudah memenuhi rumah duka.
"Kami masih menunggu kedatangan jenazah, siang ini sudah tiba dan segera dikebumikan," ujar salah seorang keluarga, Deni Evin Dontepu kepada wartawan di lokasi.
Aiptu B Sinulingga terkena empat peluru saat sejumlah pria misterius menyerbu Polsek Hamparan Perak, Rabu dini hari (22/9/2010). Salah satu peluru mengenai bahu kanan dan tembus di dada.
Jenazah hingga kini masih di RS Bhayangkara, Medan. Rencananya, jenazah Sinulingga akan dimakamkan di pekuburan keluarga Namo Tating, Kabupaten Langkat, Sumut.
(gun/fay)
Dari pantauan detikcom, di rumah duka, Jl Lembaga Pemasyarakatan, Medan, Rabu (22/9/2010), keluarga korban mulai bersiap-siap menyambut kedatangan jenazah. Tikar untuk para pelayat pun sudah dibentangkan. Sejumlah keluarga dan kerabat korban pun sudah memenuhi rumah duka.
"Kami masih menunggu kedatangan jenazah, siang ini sudah tiba dan segera dikebumikan," ujar salah seorang keluarga, Deni Evin Dontepu kepada wartawan di lokasi.
Aiptu B Sinulingga terkena empat peluru saat sejumlah pria misterius menyerbu Polsek Hamparan Perak, Rabu dini hari (22/9/2010). Salah satu peluru mengenai bahu kanan dan tembus di dada.
Jenazah hingga kini masih di RS Bhayangkara, Medan. Rencananya, jenazah Sinulingga akan dimakamkan di pekuburan keluarga Namo Tating, Kabupaten Langkat, Sumut.
(gun/fay)
Mapolsek Hamparan Perak Diserbu Suaminya Didor, Istri Aiptu Deto Mengaku Tak Ada Firasat
Satu dari tiga anggota polisi yang tewas dalam penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, dini hari tadi adalah Aiptu Deto Sutejo. Keluarga dan istri Deto mengaku terpukul atas kematian suami tercintanya.
“Nggak tahu saya, mereka tega sekali,” kata istri Deto, Hj Rosmawati saat ditanya apa yang ingin disampaikan kepada orang-orang yang membunuh suaminya, di RS Bhayangkara, Jl Wahid Hasyim, Medan, Rabu (22/9/2010).
Sutejo meninggalkan istri dan 3 anaknya yakni Bima Pratama Sutejo (13), Gusti Roto Sutejo (7) dan Namira Zahra Sutejo (2). Rosmawati mengaku merasa tidak ada firasat apapun akan kematian suaminya .
Beberapa jam sebelum peristiwa terjadi, yakni sekitar pukul 21.30 WIB, Deto sempat menelepon sang istri. Deto menanyakan apa yang sedang dilakukan istrinya di rumah.
“Sebelum berangkat kerja dia pamit dulu, semua anak-anak disalami. Sekitar 21.30 WIB, sempat telpon saya tanya lagi apa? Saya jawab lagi buka foto-foto pernikahan,” tutur Rosmawati sambil tersedu.
Mata Rosmawati terlihat bengkak karena terus menangis. Dia bersama tiga anaknya masih menunggu di kamar jenazah RS Bhayangkara.
“Saya pertama tahunya ditelepon sama Kapolres,” kata dia.
Sementara itu rekan kerja Deto, Antonius, mengatakan, beberapa minggu terakhir ini Deto tengah mengajukan surat perpindahan tugas dari Polsek Hamparan Perak ke Polsek Langkat. Surat pengajuan pindah tugas itu sudah disetuji oleh Kapolsek Hamparan Perak dan sudah masuk di Poltabes Medan.
“Agar lebih dekat dengan rumah. Sudah 9 tahun di sana (Polsek Hamparan Perak). Dia bilang jenuh di situ, ingin lebih dekat ke rumah,” tutur Antonius.
(mpr/vit)
“Nggak tahu saya, mereka tega sekali,” kata istri Deto, Hj Rosmawati saat ditanya apa yang ingin disampaikan kepada orang-orang yang membunuh suaminya, di RS Bhayangkara, Jl Wahid Hasyim, Medan, Rabu (22/9/2010).
Sutejo meninggalkan istri dan 3 anaknya yakni Bima Pratama Sutejo (13), Gusti Roto Sutejo (7) dan Namira Zahra Sutejo (2). Rosmawati mengaku merasa tidak ada firasat apapun akan kematian suaminya .
Beberapa jam sebelum peristiwa terjadi, yakni sekitar pukul 21.30 WIB, Deto sempat menelepon sang istri. Deto menanyakan apa yang sedang dilakukan istrinya di rumah.
“Sebelum berangkat kerja dia pamit dulu, semua anak-anak disalami. Sekitar 21.30 WIB, sempat telpon saya tanya lagi apa? Saya jawab lagi buka foto-foto pernikahan,” tutur Rosmawati sambil tersedu.
Mata Rosmawati terlihat bengkak karena terus menangis. Dia bersama tiga anaknya masih menunggu di kamar jenazah RS Bhayangkara.
“Saya pertama tahunya ditelepon sama Kapolres,” kata dia.
Sementara itu rekan kerja Deto, Antonius, mengatakan, beberapa minggu terakhir ini Deto tengah mengajukan surat perpindahan tugas dari Polsek Hamparan Perak ke Polsek Langkat. Surat pengajuan pindah tugas itu sudah disetuji oleh Kapolsek Hamparan Perak dan sudah masuk di Poltabes Medan.
“Agar lebih dekat dengan rumah. Sudah 9 tahun di sana (Polsek Hamparan Perak). Dia bilang jenuh di situ, ingin lebih dekat ke rumah,” tutur Antonius.
(mpr/vit)
SEJARAH DAN PROFIL DENSUS 88
Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep/756/X/2005, tentang Pengesahan Pemakaian Logo Densus 88 Anti Teror, tanggal 18 Oktober 2005, maka berikut ini adalah LOGO DENSUS 88 ANTI TEROR.
Logo dapat dideskripsikan sebagai berikut :
Berupa desain lingkaran dengan garis warna hitam dengan tulisan “DETASEMEN KHUSUS 88 ANTI TEROR” dengan latar belakang warna merah marun dan di tengah-tengah lingkaran terdapat gambar burung hantu warna hitam dan abu-abu dengan latar belakang warna kuning terang.
ARTI LOGO
Burung hantu adalah binatang pemangsa yang efisien karena dilengkapii perlengkapan yang memadai sebagai predator. Matanya yang terletak dibagian depan memberi kesan burung ini pandangan “menyatu” yang hebat. Dimana seekor burung hantu mempunyai kemampuan penglihatan secara binokuler (melihat sebuah obyek dengan kedua mata secara bersamaan), sehingga burung hantu dapat melihat obyek secara tiga dimensi dengan wilayah penglihatan 110 derajat, 70 derajat diantaranya dapat dilihat secara binokuler. Namun ia bisa memutar kepalanya 270 derajat sehingga bisa melihat ke belakang dengan mudah.
Karena sering berburu dimalam hari, burung hantu dilengkapi dengan sistem pendengaran yang sagat baik. Telinga terletak di dekat mata dan dilingkupi oleh wajah yang lebar. Wajah yang lebar ini berfungsi seperti radar menangkap suara yang menyalurkan gelombang suara melaui otot-otot wajah ke telinga. Daya penglihatannya dan pendengarannya pada malam hari sangat tajam, mampu mendengar cicitan tikus pada jarak 500 m. Cakarnya yang tajam akan keluar memanjang saat menyerang sehingga meningkatkan keberhasilan serangan.
Burung hantu juga dilengkapi sepasang sayap yang cukup spesial karena mampu meredam gerakan udara yang membuatnya tidak bersuara saat terbang dan menangkap mangsanya dengan kejutan. Itu juga membuatnya mampu mendengar pergerakan buruannya dengan jelas sambil terbang.
Semuanya itu membuat Burung Hantu memiliki kemampuan berburu yang sangat tinggi, tangkas, cekatan dan disamping menyambar juga mengejar mangsanya di atas tanah. Penelitian pada jenis tertentu, kotoranya menunjukkan 99% memangsa tikus sedangkan 1% memangsa serangga. Mengkonsumsi tikus lebih banyak 2-3 ekor per hari namun daya membunuh lebih dari yang dimakannya.
FILOSOFI
Burung hantu dengan kemampuan penglihatan yang tajam, pendengaran yang kuat karena “radar” yang ada pada wajahnya, kemampuan bergerak tanpa bersuara di malam hari, dan kecepatan terbang yang tinggi akan memburu tikus (yang dimanapun selalu mengganggu dan merusak) kemanapun bersembunyi secara cepat dan akurat. Tikus dapat diartikan sebagai teroris yang selalu mengganggu umat manusia. Kemampuan burung hantu tersebut dapat melambangkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat bergerak dengan sangat rahasia digunakan sebagai logo Detasemen Khusus 88 Anti Teror untuk memburu teroris kemanapun berada.
Arti angka 88 pada tulisan Detasemen Khusus 88 ini menyerupai dua buah borgol. Angka 88 merupakan representasi dari korban peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dari warga asing yang mengalami korban terbanyak yaitu Australia. Makna “88″ berikutnya adalah, angka “88″ tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka “88″ juga menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini.
Meski sudah terjadi ratusan pengeboman di Indonesia sejak tahun 1999, pemerintah Republik Indonesia belum menyadari akan adanya aktivitas terorisme di Indonesia. Kasus pengeboman di Bali tanggal 12 Oktober 2002 telah membuka mata pemerintah Republik Indonesia dan dunia pada umumnya bahwa di Indonesia benar telah terjadi aktivitas terorisme yang sangat serius.
Perundang-undangan pemberantasan terorismepun segera dibentuk, bahkan diberlakukan surut untuk penanggulangan terorisme tersebut. Untuk dapat menanggulangi terorisme di Indonesia,segera dibuat naskah kerjasama internasional di bidang kepolisian, teknik dan intelijen dengan negara negara di dunia.
Untuk dapat segera mengungkap kasus bom Bali tersebut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia membentuk satuan tugas yang anggota-angotanya dipilih dari polisi-polisi terbaik dari seluruh Indonesia. Tugas pokok satuan tugas yang baru dibentuk adalah untuk dapat segera mengungkap kasus pengeboman,menangkap pelaku dan membongkar jaringan teroris yang ada di belakangnya. Cara kerja satuan tugas tersebut agar lebih efektif, maka diberi keleluasaan untuk memotong segala bentuk hambatan birokratis di lingkungan Polri.
Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.
Persenjataan :
Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti :
Senapan serbu Colt M4
Senapan penembak jitu Armalite AR-10
dan shotgun Remington 870
Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.
Selain persenjataan, setiap personil Densus 88 AT Polri dilengkapi dengan peralatan personal maupun tim ; alat komunikasi personal, GPS, kamera pengintai malam, alat penyadap dan perekam mikro, pesawat interceptor, mesin pengacak sinyal, dan lain-lain. Untuk mendukung keberhasilan operasional, Densus 88 AT Polri juga bekerja sama dengan operator telepon seluler, dan internet untuk mendeteksi setiap pergerakan kelompok terorisme dalam berkomunikasi
Sementara untuk unit penjinak bom juga diperlengkapi dengan peralatan pendukung, semisal pendeteksi logam terbaru, sarung tangan dan masker khusus, rompi dan sepatu anti ranjau darat, serta kendaraan taktis peredam bom.
Biaya:
Seperti diketahui bersama bahwa dukungan anggaran untuk membentuk kesatuan anti terror dengan naman Densus 88 AT Polri ini berasal dari Amerika Serikat, tepatnya melalui Jasa Keamanan Diplomatik (US Diplomatic Security, State Department). Di awal pembentukan Densus 88 AT Polri tak kurang dari Rp. 150 Milyar pada medio tahun 2003 , sedangkan tahun berikutnya operasional Densus 88 AT Polri pada tahun 2004 hanya Rp. 1.5 Milyar, hal ini bisa jadi disebabkan karena tertutupi oleh alokasi anggaran pembentukan di pertengahan tahun 2003. Dan hal tersebut terbukti, pada tahun 2005 anggaran yang digunakan membesar menjadi Rp. 15 Milyar, dan pada anggaran tahun 2006 meningkat fantastis menjadi Rp. 43 Milyar. Dengan mengacu pada uraian tersebut diatas, maka tak heran apabila Densus 88 AT Polri diharapkan oleh internal Polri dan pemerintah Indonesia untuk menjadi kesatuan anti terror yang handal dan professional.
Saat ini personil Densus 88 AT Polri di tingkat pusat tak lebih dari 400 orang dengan kualifikasi anti terror terbaik. Sedangkan di tingkat Polda, personil Densus 88 AT Polri berkisar antara 50 hingga 75 personil. Sebelum direkrut dan menjadi bagian dari Densus 88 AT Polri, para anggota Polri tersebut terlebih dahulu dilatih di Pusat Pendidikan (Pusdik) Reserse Polri di kawasan Mega Mendung, Puncak, Jawa Barat serta Pusat Pendidikan Anti Teror Nasional (Platina), Kompleks Akademi Kepolisian, Semarang. Para pengajarnya, selain internal Polri, juga berasal dari instruktur CIA, FBI, National Service-nya Australia, dan jaringan organisasi intelijen Barat lainnya. Selain diajari berbagai teori dan metodologinya, kedua pusat pendidikan tersebut juga difasilitasi oleh simulator dan pendukung lainnya.
Operasi yg sudah dilakukan :
• 9 November 2005 - Detasemen 88 Mabes Polri menyerbu kediaman buronan teroris Dr. Azahari di Kota Batu, Jawa Timur yang menyebabkan tewasnya buronan nomor satu di Indonesia dan Malaysia tersebut.
• 2 Januari 2007 - Detasemen 88 terlibat dalam operasi penangkapan 19 dari 29 orang warga Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang di Kecamatan Poso Kota. Tembak-menembak antar polisi dan warga pada peristiwa tersebut menewaskan seorang polisi dan sembilan warga sipil.
• 9 Juni 2007 - Yusron al Mahfud, tersangka jaringan teroris kelompok Abu Dujana, ditangkap di desa Kebarongan, Kemrajan, Banyumas, Jateng
Logo dapat dideskripsikan sebagai berikut :
Berupa desain lingkaran dengan garis warna hitam dengan tulisan “DETASEMEN KHUSUS 88 ANTI TEROR” dengan latar belakang warna merah marun dan di tengah-tengah lingkaran terdapat gambar burung hantu warna hitam dan abu-abu dengan latar belakang warna kuning terang.
ARTI LOGO
Burung hantu merujuk pada spesies burung “nocturnal” (aktif waktu malam) dan mempunyai bentuk muka yang berbeda dengan burung biasa. Muka burung hantu berbentuk rata seperti muka manusia dengan kedua belah matanya menghadap ke depan. Burung hantu juga mempunyai paruh bengkok kebawah yang tajam, dan mempunyai bulu jambul yang lembut.
Burung hantu adalah binatang pemangsa yang efisien karena dilengkapii perlengkapan yang memadai sebagai predator. Matanya yang terletak dibagian depan memberi kesan burung ini pandangan “menyatu” yang hebat. Dimana seekor burung hantu mempunyai kemampuan penglihatan secara binokuler (melihat sebuah obyek dengan kedua mata secara bersamaan), sehingga burung hantu dapat melihat obyek secara tiga dimensi dengan wilayah penglihatan 110 derajat, 70 derajat diantaranya dapat dilihat secara binokuler. Namun ia bisa memutar kepalanya 270 derajat sehingga bisa melihat ke belakang dengan mudah.
Karena sering berburu dimalam hari, burung hantu dilengkapi dengan sistem pendengaran yang sagat baik. Telinga terletak di dekat mata dan dilingkupi oleh wajah yang lebar. Wajah yang lebar ini berfungsi seperti radar menangkap suara yang menyalurkan gelombang suara melaui otot-otot wajah ke telinga. Daya penglihatannya dan pendengarannya pada malam hari sangat tajam, mampu mendengar cicitan tikus pada jarak 500 m. Cakarnya yang tajam akan keluar memanjang saat menyerang sehingga meningkatkan keberhasilan serangan.
Burung hantu juga dilengkapi sepasang sayap yang cukup spesial karena mampu meredam gerakan udara yang membuatnya tidak bersuara saat terbang dan menangkap mangsanya dengan kejutan. Itu juga membuatnya mampu mendengar pergerakan buruannya dengan jelas sambil terbang.
Semuanya itu membuat Burung Hantu memiliki kemampuan berburu yang sangat tinggi, tangkas, cekatan dan disamping menyambar juga mengejar mangsanya di atas tanah. Penelitian pada jenis tertentu, kotoranya menunjukkan 99% memangsa tikus sedangkan 1% memangsa serangga. Mengkonsumsi tikus lebih banyak 2-3 ekor per hari namun daya membunuh lebih dari yang dimakannya.
FILOSOFI
Burung hantu dengan kemampuan penglihatan yang tajam, pendengaran yang kuat karena “radar” yang ada pada wajahnya, kemampuan bergerak tanpa bersuara di malam hari, dan kecepatan terbang yang tinggi akan memburu tikus (yang dimanapun selalu mengganggu dan merusak) kemanapun bersembunyi secara cepat dan akurat. Tikus dapat diartikan sebagai teroris yang selalu mengganggu umat manusia. Kemampuan burung hantu tersebut dapat melambangkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat bergerak dengan sangat rahasia digunakan sebagai logo Detasemen Khusus 88 Anti Teror untuk memburu teroris kemanapun berada.
Arti angka 88 pada tulisan Detasemen Khusus 88 ini menyerupai dua buah borgol. Angka 88 merupakan representasi dari korban peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dari warga asing yang mengalami korban terbanyak yaitu Australia. Makna “88″ berikutnya adalah, angka “88″ tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka “88″ juga menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini.
Meski sudah terjadi ratusan pengeboman di Indonesia sejak tahun 1999, pemerintah Republik Indonesia belum menyadari akan adanya aktivitas terorisme di Indonesia. Kasus pengeboman di Bali tanggal 12 Oktober 2002 telah membuka mata pemerintah Republik Indonesia dan dunia pada umumnya bahwa di Indonesia benar telah terjadi aktivitas terorisme yang sangat serius.
Perundang-undangan pemberantasan terorismepun segera dibentuk, bahkan diberlakukan surut untuk penanggulangan terorisme tersebut. Untuk dapat menanggulangi terorisme di Indonesia,segera dibuat naskah kerjasama internasional di bidang kepolisian, teknik dan intelijen dengan negara negara di dunia.
Untuk dapat segera mengungkap kasus bom Bali tersebut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia membentuk satuan tugas yang anggota-angotanya dipilih dari polisi-polisi terbaik dari seluruh Indonesia. Tugas pokok satuan tugas yang baru dibentuk adalah untuk dapat segera mengungkap kasus pengeboman,menangkap pelaku dan membongkar jaringan teroris yang ada di belakangnya. Cara kerja satuan tugas tersebut agar lebih efektif, maka diberi keleluasaan untuk memotong segala bentuk hambatan birokratis di lingkungan Polri.
Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.
Persenjataan :
Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti :
Senapan serbu Colt M4
Senapan penembak jitu Armalite AR-10
dan shotgun Remington 870
Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.Selain persenjataan, setiap personil Densus 88 AT Polri dilengkapi dengan peralatan personal maupun tim ; alat komunikasi personal, GPS, kamera pengintai malam, alat penyadap dan perekam mikro, pesawat interceptor, mesin pengacak sinyal, dan lain-lain. Untuk mendukung keberhasilan operasional, Densus 88 AT Polri juga bekerja sama dengan operator telepon seluler, dan internet untuk mendeteksi setiap pergerakan kelompok terorisme dalam berkomunikasi
Sementara untuk unit penjinak bom juga diperlengkapi dengan peralatan pendukung, semisal pendeteksi logam terbaru, sarung tangan dan masker khusus, rompi dan sepatu anti ranjau darat, serta kendaraan taktis peredam bom.
Biaya:Seperti diketahui bersama bahwa dukungan anggaran untuk membentuk kesatuan anti terror dengan naman Densus 88 AT Polri ini berasal dari Amerika Serikat, tepatnya melalui Jasa Keamanan Diplomatik (US Diplomatic Security, State Department). Di awal pembentukan Densus 88 AT Polri tak kurang dari Rp. 150 Milyar pada medio tahun 2003 , sedangkan tahun berikutnya operasional Densus 88 AT Polri pada tahun 2004 hanya Rp. 1.5 Milyar, hal ini bisa jadi disebabkan karena tertutupi oleh alokasi anggaran pembentukan di pertengahan tahun 2003. Dan hal tersebut terbukti, pada tahun 2005 anggaran yang digunakan membesar menjadi Rp. 15 Milyar, dan pada anggaran tahun 2006 meningkat fantastis menjadi Rp. 43 Milyar. Dengan mengacu pada uraian tersebut diatas, maka tak heran apabila Densus 88 AT Polri diharapkan oleh internal Polri dan pemerintah Indonesia untuk menjadi kesatuan anti terror yang handal dan professional.
Saat ini personil Densus 88 AT Polri di tingkat pusat tak lebih dari 400 orang dengan kualifikasi anti terror terbaik. Sedangkan di tingkat Polda, personil Densus 88 AT Polri berkisar antara 50 hingga 75 personil. Sebelum direkrut dan menjadi bagian dari Densus 88 AT Polri, para anggota Polri tersebut terlebih dahulu dilatih di Pusat Pendidikan (Pusdik) Reserse Polri di kawasan Mega Mendung, Puncak, Jawa Barat serta Pusat Pendidikan Anti Teror Nasional (Platina), Kompleks Akademi Kepolisian, Semarang. Para pengajarnya, selain internal Polri, juga berasal dari instruktur CIA, FBI, National Service-nya Australia, dan jaringan organisasi intelijen Barat lainnya. Selain diajari berbagai teori dan metodologinya, kedua pusat pendidikan tersebut juga difasilitasi oleh simulator dan pendukung lainnya.
Operasi yg sudah dilakukan :
• 9 November 2005 - Detasemen 88 Mabes Polri menyerbu kediaman buronan teroris Dr. Azahari di Kota Batu, Jawa Timur yang menyebabkan tewasnya buronan nomor satu di Indonesia dan Malaysia tersebut.
• 2 Januari 2007 - Detasemen 88 terlibat dalam operasi penangkapan 19 dari 29 orang warga Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang di Kecamatan Poso Kota. Tembak-menembak antar polisi dan warga pada peristiwa tersebut menewaskan seorang polisi dan sembilan warga sipil.
• 9 Juni 2007 - Yusron al Mahfud, tersangka jaringan teroris kelompok Abu Dujana, ditangkap di desa Kebarongan, Kemrajan, Banyumas, Jateng
Densus Bayar Ganti Rugi Pemilik Warnet
MEDAN- Warnet Serasi di Jalan Jamin Ginting No 13 Simpang Pos, Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor.Tempat ditangkapnya dua tersangka teroris dari 20 tersangka yang berhasil ditangkap, Minggu (19/9) sekitar pukul 20.30 WIB.
Dari keterangan Siska, pemilik warnet Serasi, sebelum Tim Densus melakukan penggerebekan di Warnetnya, Minggu (18/9) sekitar pukul 20.00 WIB, dua tersangka yang datang dengan membawa tas ransel, goni dan kotak karton. Mereka masuk ke dalam warnet dan memesan ruangan yang bersekat (room, Red) No 2 dan 3. Keduanya lantas asyik bermain komputer di warnet tersebut.
Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, tiba-tiba dua mobil yang berisikan sekumpulan orang berbadan tegap langsung masuk ke dalam warnet dan langsung menutup pintu warnet tersebut. "Mereka membawa senpi laras pendek datang langsung menutup pintu dan langsung menyebar ke room yang disediakan pihak warnet, " ujar Siska.
Merasa terkejut, Siska tidak dapat berbuat banyak hanya melihat aksi yang diperkirakan 10 orang tersebut yang langsung tertuju ke ruangan No 2 dan3. Sebelum Tim Densus menarik dan menyeret ke dua tersangka keluar dari room komputer, seluruh pengunjung warnet berlarian keluar. Kedua tersangka tidak melakukan perlawanan, hannya tertuduk setelah dipukuli tim Densus.
"Salah sorang yang ditangkap saat mau melihat wajah yang menangkapnya langsung ditendang di bahagian wajah dan menendang dinding room sehingga rusak, tersangka sempat mengatakan Allahu akbar...Allahu akbar saat dipukuli, " cetusnya.
Hanya dalam waktu 10 menit dalam aksi tersebut, tim densus langsung mengikat tanganya, menutup bahagian mata dan mulut dengan lakban hitam membawa tersangka keluar dalam warnet, yang sudah menjadi tontonan warga sekitar Simpang Pos. Tim Densus tidak hannya membawa kedua tersangka, tetapi juga membawa dua buah Hardisc dari ruangan No2 dan 3 tempat mereka bermain.
Siska yang keberatan dengan aksi mereka langsung mempertanyakan identitas mereka, namun pihak densus menjanjikan akan mengganti seluruh kerusakan dan kerugian yang dialami pihak warnet. "Saat saya tanya identitas mereka, mereka hannya membilang lihat saja di TV One, mereka berjanji akan mengganti seluruh kerugian dengan meninggalkan Nomor Handphone, setelah saya hubungi, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari mereka datang dan mengganti seluruh kerugian dengan membayar Rp1 juta, " bebernya.(mag-1)
Dari keterangan Siska, pemilik warnet Serasi, sebelum Tim Densus melakukan penggerebekan di Warnetnya, Minggu (18/9) sekitar pukul 20.00 WIB, dua tersangka yang datang dengan membawa tas ransel, goni dan kotak karton. Mereka masuk ke dalam warnet dan memesan ruangan yang bersekat (room, Red) No 2 dan 3. Keduanya lantas asyik bermain komputer di warnet tersebut.
Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, tiba-tiba dua mobil yang berisikan sekumpulan orang berbadan tegap langsung masuk ke dalam warnet dan langsung menutup pintu warnet tersebut. "Mereka membawa senpi laras pendek datang langsung menutup pintu dan langsung menyebar ke room yang disediakan pihak warnet, " ujar Siska.
Merasa terkejut, Siska tidak dapat berbuat banyak hanya melihat aksi yang diperkirakan 10 orang tersebut yang langsung tertuju ke ruangan No 2 dan3. Sebelum Tim Densus menarik dan menyeret ke dua tersangka keluar dari room komputer, seluruh pengunjung warnet berlarian keluar. Kedua tersangka tidak melakukan perlawanan, hannya tertuduk setelah dipukuli tim Densus.
"Salah sorang yang ditangkap saat mau melihat wajah yang menangkapnya langsung ditendang di bahagian wajah dan menendang dinding room sehingga rusak, tersangka sempat mengatakan Allahu akbar...Allahu akbar saat dipukuli, " cetusnya.
Hanya dalam waktu 10 menit dalam aksi tersebut, tim densus langsung mengikat tanganya, menutup bahagian mata dan mulut dengan lakban hitam membawa tersangka keluar dalam warnet, yang sudah menjadi tontonan warga sekitar Simpang Pos. Tim Densus tidak hannya membawa kedua tersangka, tetapi juga membawa dua buah Hardisc dari ruangan No2 dan 3 tempat mereka bermain.
Siska yang keberatan dengan aksi mereka langsung mempertanyakan identitas mereka, namun pihak densus menjanjikan akan mengganti seluruh kerusakan dan kerugian yang dialami pihak warnet. "Saat saya tanya identitas mereka, mereka hannya membilang lihat saja di TV One, mereka berjanji akan mengganti seluruh kerugian dengan meninggalkan Nomor Handphone, setelah saya hubungi, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari mereka datang dan mengganti seluruh kerugian dengan membayar Rp1 juta, " bebernya.(mag-1)
ABG Dibunuh Teman Sendiri Kepala Dipukul, Perut Ditikam, Lalu Dikubur Seleher
RIAU - Seorang ABG bernama Riki Jamsar (16), warga perumahan karyawan kebun PT Inti Indo Sawit Subur Eko III Desa Lalang Kabung Kecamatan Pelalawan tewas dibunuh teman sendiri. Korban diajak mancing di parit kebun, lalu dikeroyok satu lawan dua. Korban ditusuk dibagian perut dan dicangkul hingga tulang tengkorak retak. Tubuh mayat dibiarkan di TKP ditutup daun kelapa saawit. Takut ketahuan, keesokan harinya pelaku kembali mendatangi TKP. Lalu mayatnya dikubur sebatas kepala.
Kasus ini terjadi pada Jumat (17/9) siang pekan lalu. Namun baru dilaporkan ke Polsek Pangkalankerinci pada Senin (20/9) pukul 21.00 Wib. Seorang pelaku berinisial Su berhasil diamankan polisi yang bergerak sesaat setelah mendengar laporan Juman Fahmi, ayah kandung korban. Sementara tiga lainnya dinyata kan DPO, yaitu Ip (25), In dan Ck. Semuanya merupakan teman sepermainan korban sehari-hari.
Polisi melakukan penggalian untuk mengangkat jasad korban pada Selasa siang kemarin. "Kondisi korban dikubur dan siang ini akan kita gali untuk mengangkat jasad korban," ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Arie Rahman Nafarin SH SIK kepada Riau Pos (grup JPNN), Selasa (21/9).
Menurut hasil interogasi terhadap pelaku yang ditangkap, diketahui bahwa pembunuhan bermotif pencurian dengan kekerasan (Curas). Pelaku ingin menguasai sepeda motor Satria FU warna biru tanpa Nopol yang baru satu bulan dibeli korban. Namun polisi akan mengembangkan kasus ini lebih dalam untuk mengetahui apakah ada motif lain.
Keterangan yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan, kejadian itu berawal saat korban diajak oleh pelaku untuk memacing di parit perkebunan sawit. Korban bersama pelaku Su dan Ip pergi mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU. Seti banya di lokasi, korban memarkir sepeda motornya di pinggir kebun. Namun begitu ketiga pemuda itu berjalan menuju parit kebun, tiba-tiba Su memukul korban hingga terhoyong kedepan. Dari depan, pelaku Ip menghunjamkan pisau ke perut korban sebanyak dua kali. Korban pun tumbang tidak sadarkan diri, lalu ditinggal begitu saja.
Pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban dan langsung pergi ke Sorek Kecamatan Pangkalan Kuras. Keesokan harinya, pelaku datang lagi ke TKP untuk menyembunyikan jasad korban. Kali ini tidak lagi berdua, namun membawa serta dua rekan mereka bernama In dan Ck. Setiba di TKP, jasad korban pun dikubur hingga sebatas leher. "Besoknya kami datang lagi pakai dua motor, mau ngubur mayat," tutur Su kepada wartawan saat berada di Mapolsek Pangkalankerinci.
Kapolsek Pangkalankerinci AKP Rustam Effendi mengatakan, orang tua Riki Jamsar, Juman Fahmi baru mengetahui anaknya hilang pada Senin lalu. Namun sehari sebelum peristiwa pihak keluarga sempat melihat korban bermain dengan Su. Lantas tak lama setelah melapor, Juman Fahmi membawa pelaku Su ke hadapan penyidik untuk diperiksa.
"Langsung kita lakukan penggeledahan terhadap Su. Kita temukan barang bukti berupa handphone milik korban. Barulah dia mengaku terus terang, tapi pengakuannya dia diajak oleh tersangka Ip yang sekarang masih DPO," terang Kapolsek. (bun)
Kasus ini terjadi pada Jumat (17/9) siang pekan lalu. Namun baru dilaporkan ke Polsek Pangkalankerinci pada Senin (20/9) pukul 21.00 Wib. Seorang pelaku berinisial Su berhasil diamankan polisi yang bergerak sesaat setelah mendengar laporan Juman Fahmi, ayah kandung korban. Sementara tiga lainnya dinyata kan DPO, yaitu Ip (25), In dan Ck. Semuanya merupakan teman sepermainan korban sehari-hari.
Polisi melakukan penggalian untuk mengangkat jasad korban pada Selasa siang kemarin. "Kondisi korban dikubur dan siang ini akan kita gali untuk mengangkat jasad korban," ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Arie Rahman Nafarin SH SIK kepada Riau Pos (grup JPNN), Selasa (21/9).
Menurut hasil interogasi terhadap pelaku yang ditangkap, diketahui bahwa pembunuhan bermotif pencurian dengan kekerasan (Curas). Pelaku ingin menguasai sepeda motor Satria FU warna biru tanpa Nopol yang baru satu bulan dibeli korban. Namun polisi akan mengembangkan kasus ini lebih dalam untuk mengetahui apakah ada motif lain.
Keterangan yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan, kejadian itu berawal saat korban diajak oleh pelaku untuk memacing di parit perkebunan sawit. Korban bersama pelaku Su dan Ip pergi mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU. Seti banya di lokasi, korban memarkir sepeda motornya di pinggir kebun. Namun begitu ketiga pemuda itu berjalan menuju parit kebun, tiba-tiba Su memukul korban hingga terhoyong kedepan. Dari depan, pelaku Ip menghunjamkan pisau ke perut korban sebanyak dua kali. Korban pun tumbang tidak sadarkan diri, lalu ditinggal begitu saja.
Pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban dan langsung pergi ke Sorek Kecamatan Pangkalan Kuras. Keesokan harinya, pelaku datang lagi ke TKP untuk menyembunyikan jasad korban. Kali ini tidak lagi berdua, namun membawa serta dua rekan mereka bernama In dan Ck. Setiba di TKP, jasad korban pun dikubur hingga sebatas leher. "Besoknya kami datang lagi pakai dua motor, mau ngubur mayat," tutur Su kepada wartawan saat berada di Mapolsek Pangkalankerinci.
Kapolsek Pangkalankerinci AKP Rustam Effendi mengatakan, orang tua Riki Jamsar, Juman Fahmi baru mengetahui anaknya hilang pada Senin lalu. Namun sehari sebelum peristiwa pihak keluarga sempat melihat korban bermain dengan Su. Lantas tak lama setelah melapor, Juman Fahmi membawa pelaku Su ke hadapan penyidik untuk diperiksa.
"Langsung kita lakukan penggeledahan terhadap Su. Kita temukan barang bukti berupa handphone milik korban. Barulah dia mengaku terus terang, tapi pengakuannya dia diajak oleh tersangka Ip yang sekarang masih DPO," terang Kapolsek. (bun)
Langganan:
Postingan (Atom)






