Senin, 20 September 2010

Puting Beliung Hantam Berastagi, 22 Rumah Rusak

KARO- Angin puting beliung menghantam 22 rumah milik warga di kawasan Dusun Tiga, Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Minggu (19/9)  siang. Menurut sejumlah saksi mata, angin puting beliung yang disertai hujan lebat itu datang secara tiba-tiba. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Akibat badai itu, tiang reklame dan pohon yang berada di kawasan dusun tumbang. Samuel Sitepu (45), warga yang atap rumahnya ikut porak-poranda memastikan kalau kejadian yang berlangsung cepat itu menghancurkan rumah penduduk.
Dikatakannnya lebih lanjut, prosesnya begitu cepat. Diperkirakan tidak lebih dari 10 menit. “Saat angin datang, saya berada di dalam rumah, namun tiba-tiba terdengar suara atap seng rumah saya terangkat oleh angin. Ketika dilihat ke atas, bagian loteng rumah sudah rusak parah,” kata Samuel sedih sambil membersihkan sisa- sisa puing yang berserakan.
Sementara itu Karo-Karo, saksi mata lainnya mengaku mendadak terdengar suara bergemuruh. Tidak lama berselang atap-atap rumah berterbangan. Bersamaan dengan itu, listrik padam dan air hujan masuk ke dalam rumah. Padahal sebelumnya cuaca cukup cerah, namun menjelang siang cuaca mulai berubah menjadi extrem disertai hujan yang cukup deras. Mendadak dari arah barat terlihat angin memutar menuju ke timur, dengan membawa sampah.
Kerusakan parah juga menimpa rumah, Johan Sembiring. Hanya saja kerusakannya sebatas atap seng. Badai angin itu, bahkan sampai merusak rusuk-rusuk atap. Namun diakuinya, pada saat kejadian, dirinya beserta keluarga tidak berada di rumah.
Pantauwan wartawan koran ini di lapangan, pasca badai angin puting beliung menyerang pemukiman, warga bergotong-royong menyingkirkan seng dan genteng yang berjatuhan dan kembali membenahi puluhan atap rumah yang porak poranda. (wan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut